Nangis Sambil bawa motor? Biasaaa

    









 Pernah gaksih, kamu nemu orang yang gak tau jalanan di kotanya sendiri? padahal dia hidup di kota itu sejak dia lahir, bahkan liat google maps aja, dia udah kayak orang yang membaca jalan tikus menuju Amerika. yap aku salah satu orang itu.

Aku masih ingat pengalaman terkonyol yang pernah terjadi dalam hidupku. hidup selama enam tahun di pesantren membuatku abai dengan jalanan yang ada di kotaku. Moment ini dimulai waktu aku udah tamat SMA dan nunggu masuk kuliah. Ketika itu kakaku yang biasanya mengajar ekstrakulikuler menulis di salah satu sekolah berhalangan hadir, nah dia minta tolong agar aku  membantu menggantikannya. dan kala itu penyampaian meteri tentang puisi. 

Dengan beraninya aku mengiyakan, padahal jika aku setuju artinya aku siap pergi menuju sekolah tempat biasa dia mengajar ekskul yang aku sendiri belum pernah kesana, dengan pergi sendiri naik motor. 

sebelum aku berangkat, kakaku sudah berpesan tentang jalan mana saja yang aku lalui. ketika pergi menuju sekolah itu langkahku mantap, dan celakanya aku nyasar beputar-putar di tempat yang sama, akhirnya mencari solusi dengan bertanya alamat ke orang sekitar. Okay alhamdulillah aku berhasil sampai ke lokasi tujuan dengan terlambat karena tersesat. waktu aku mengisi kelas, terasa menyenangkan dan  ya it was so so.

nah disini ni permasalahan dimulai ketika pulang menuju rumah dari sekolah ini. awalnya aku ingat jalan mana saja yang aku lewati. celakanya lagi aku nyasar lagi dan lagi. asli ini otak udah blank aku nyasar ke jalan-jalan yang sepi, aku bingung mana arah jalan menuju kota. kala itu aku mau gunakan jurus nanya ke warga, tapi pintu rumah  warga gak ada yang kebuka sementara sebelah kananku hutan, aku gak tau aku berada di jalan apa. yang aku ingat saat itu aku tetap jalankan motor kearah mana saja sambil menangis wkwkw. konyol banget kalau di ingat, bisa-bisanya kala itu aku gak kepikiran liat google maps atau nelfonorang rumah, malah keoutusan yang aku ambil tetap jalan terus sambil nangis tapi gak tau menuju kemana.

setelah puas dengan kebuntuan pikiran saat itu, tiba-tiba aku teringat kejadia sepuluh tahun yang lalu saat aku pernah digonceng kakaku naik motor. 

"kak,ini jalan apa?" tanyaku padanya yang membawaku menuju jalan tikus.

"gak tau, tapi kemungkinan ini jalan motong" lirihnya santai sementara aku menepuk pundaknya keras memintanya  kembali ke jalan awal karena takut kesasar.

"udah tenang ajalah. besok, kalau kamu bingung jalan keluar di jalan motong, langsung aja ikutin orang yang di depan kamu" lirih kakaku kala itu.

     Nah dari perkataan kakak aku itulah ide di otakku muncul, yap! mengikuti arah jalan motor asing di depanku. jujur saja aku takut, bagaimana kalau dia pergi ke tempat yang lebih aku tidak tahu. pokoknya kala itu aku hanya berhusnudzon dan mengikuti perintah kakaku tempo lalu.

alhamdulillah ampuh juga nasehat kakakku. aku sampai juga menemui jalan besar menuju kota dan akhirnya sampai kerumah dengan selamat.. 

selesai ^^

     sebenarnya masih banyak cerita lain tentang aku yang kesasar saat naik motor sendirian. ada yang gak tau jalan pulang dari kampus kerumah sampai akhirnya papaku menjemputku, ada yang pergi di tuntun tetangga karena aku gak tau jalan, dll haha. tapi diantara semua pengalaman yang pernah hadir, pengalaman diatsalah yang menjadi pemenangnya jalan keliling-keliling sambil berurai air mata hiks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Small Steps Are Better Than No Steps.

Menolak Takdir

Jika Menghilang Lebih Baik