Tentang Aku (K1)

    Hey kamu yang baca tulisan ini! Apa kabar?!! Ternyata lama juga ya aku menikmati ruang sepi. Judul kali ini aku awali dengan (k1) yang artinya kapsul satu. Iyap, itu kapsul penyembuh buat yang ingin memasuki ruang sepi dalam diri ala aku hahaha.

Kapsul yang aku konsumsi saat meditasi. Barangkali kamu juga bisa melakukan hal yang serupa dengan perjalanan hidupmu masing-masing.

    Siapa aku? kita buat simple saja, namaku Nur Ramadara Kazain, kamu bisa memanggilku dengan sebutan apa saja yang ada di dalam namaku sesukamu, tapi biasanya orang-orang memanggilku dengan satu nama panggilan yang sama “Dara” yap itu sangat membosankan (pengen gitu ada yang manggil aku dengan panggilan yang berbeda haha).

Aku lahir 23 Desember 1999 wah nanggung banget padahal waktu itu sebentar lagi masuk tahun 2000. Karena jujur saja, remaja ini kalau ditanya orang-orang kelahiran tahun berapa dan aku jawab 99 kok rasanya tua banget. Sepertinya waktu dalam kandungan aku sudah tidak sabar menikmati berbagai tantangan di dunia.

    Kata orang tuaku dara waktu kecil itu cerewet banget (sekarang? ntahlah). Bundaku bilang waktu aku berusia lima tahun, aku sering main ke rumah tetangga yang jaraknya dua rumah dari rumahku. Mereka punya anak kecil laki-laki berusia sekitar dua tahun. Kata bunda, aku sering sekali main kesana setiap sore. Haikal nama adik itu. wajar saja, karena aku pengen punya adik.

Dan waktu kecil juga bunda bilang, aku senang nyapa orang baik aku kenal atau tidak, belagak dewasa di kalangan anak-anak seusiaku dengan ngajarin mereka seolah aku gurunya dan kata bunda juga, aku suka sama keramaian, bahkan kalau saudaraku pulang setelah berkunjung dari rumah kami, tidak jarang aku sering mengunci pintu rumah dan menyembunyikan kuncinya agar mereka tidak bisa pulang. Pada akhirnya taktik anak kecil ini gagal. Saat saudaraku pulang aku selalu nangis karena dara kecil tidak suka sepi.

    Waktu kecil aku suka warna pink hampir semua barangku warna pink.Tapi itu dulu. Kalau sekarang? aku suka warna-warna gelap yang berwibawa gitu haha (percayaa??).  Waktu kecil aku cengeng banget saking seringnya nangis, itu sudah jadi hal yang biasa bagi orang tuaku. Malahan kalau aku nangis di biarin sampai aku berhenti karena capek sendiri gak ada yang bujuk. Ketika aku udh berhenti nangis ayahku malah bilang “udah reda hujannya?” 😊

    Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Adikku sudah duluan ke surga. Aku dan kakaku sangat bertolak belakang waktu itu di  pusat perbelanjaan, pamanku bawa kami belanja, kita di suruh pilih satu barang yang kita pengen. Alhasil aku milih gaun dan kakak aku milih bola basket. Haha perbedaan kami sungguh tampak bukan?

    Hal yang paling aku suka itu ketulusan dan kepercayaan, karena aku anak yang paling kecil dan akan terus kecil bahkan dalam  perjalanan hidupku terkait keputusan selalu di dominasi pihak lain karena kekhawatiran mereka dan bilang aku ini ceroboh dan gak bakal bisa bertahan jika dibiarkan memilih sendiri. Ntahlah

    Aku punya hobby menulis, bercerita, nyanyi, sialturahim, dan nonton. Kalau kamu?

Waktu kecil juga aku aktif ikut lomba baca puisi, baca UUD, jadi MC upacara oiya aku juga sering nulis diary. Kalau kamu?

Aku paling gak suka main kelereng, karena aku gak bisa, padahal orang main kelereng dulu itu kayaknya keren, haha.

    Aku orangnya spontan dan to the point, gak heran kadang apa yang ada dipikiran langsung terlontar. Duh, Bahayakan kalau orang sakit hati haha. Kalau di stifin (tes kecerdasan dengan DNA) kepribadian aku Insting, kepribadian berdasarkan naluri yang tajam, woahhhh hahaha dan salah satu kepribadian yang katanya paling sering mengalah :’)

Udah dulu yuk teropong masa lalunya. Kalau kamu mau lanjutin versi kamu juga tidak masalah, temukan dirimu dengan  meneropong masa lalu, temukan tentang siapa diri kamu dari hal yang kamu suka, tidak suka, hal yang paling berkesan di masa lalu dan impian kamu yang terasa bergejolak ingin di realisasikan dll.

Kita harus tetap semangat ya ^_^

 

     

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Small Steps Are Better Than No Steps.

Menolak Takdir

Jika Menghilang Lebih Baik